Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rachel Maryam Mulai Pulih Usai Melahirkan, Dokter Ungkap Kondisi Bayinya Terkini: Kasihan Mama Nak



Berasung pulih usai melahirkan, dokter soroti kondisi bayi Rachel Maryam saat ini.

Sempat koma dan berjuang usai melahirkan sang anak laki-lakinya kini pesinetron Rachel Maryam mulai pulih.

Meski begitu kondisi bayi Rachel Maryam masih menjadi sorotan usai tubuhnya penuh noda dan lapisan putih.

Kini kondisi bayi yang memiliki nama Muhammad Eijaz Mata Air ini diungkap oleh dokter yang merawatnya di RSIA Bunda Jakarta.

Kondisi bayi Rachel Maryam yang juga terekspos publik sempat disoroti.

Kala itu berawal dari unggahan terbaru Mulan Jameela, rekan artis sesama anggota DPR RI.

Namun kini, kondisi bayi Rachel Maryam dan Edwin telah baik seperti diekspos oleh dokter kandungan RSIA Jakarta, dr Tiwi.



Dr Tiwi merawat langsung anak dari Rachel Maryam yang sempat terpisah sementara dari sang ibu.

Muhammad Eijaz Mata Air, anak Rachel Maryam pun dirawat oleh dokter sekaligus beberapa perawat di tempat Rachel Maryam melahirkan.

Melansir akun Instagram dr Tiwi memberikan langsung perawatan maksimal kepada bayi dari Rachel Maryam.

Dalam akun Instagram pribadinya, dr Tiwi memamerkan kegiatan saat memberikan cairan colostrum dari Rachel Maryam kepada Eijaz.

Postingan pertama dr Tiwi membongkar penampilan sehat bayi Eijaz yang sedang diberi cairan colostrum guna mengembangkan imunitas tubuh.

Lewat video tampak Eijaz sudah bersih dan layaknya bayi normal, berbeda dalam foto pertama yang tersebar di media sosial.

"The power of Colostrum

Ada kala nya bayi harus terpisah dengan ibunya bbrp waktu ...

tetapi “cairan pelindung” nya ( baca Kolostrum)

tetap sedapat mungkin diberikan ...setetes pun ..tetap berikan ...

Semoga semuaaa Ibu hamil dan melahirkan yg kelak menyusui diberi kesehatan dan kedamaian dalam menjalankan peran nya sebagai “IBu” " tulis dr Tiwi.

Dalam video itu, dr Tiwi tampak terus menenangkan Eijaz yang kerap kali menangis ketika belum bisa bertemu ibunya.

Rachel Maryam yang sedang dalam perawatan rencananya baru bisa bertemu sang bayi sore hari.

"Sabar ya nak, sebentar lagi sebentar lagi ketemu mama ya," ungkap sang dokter.

Video lain yang dibagikan dr Tiwi berisi dirinya ketika menyoroti sikap anak Rachel Maryam.

Menurut sang dokter, ada sikap lucu yang beda dilakukan oleh Eijaz untuk bayi seusianya.

Berawal dari video yang memutarkan detik-detik kala dr Tiwi menggendong Eijaz bertemu dengan beberapa orang.

Mengenakan busana perawatan medis lengkap, dr Tiwi tampak mengajak Eijaz berbicara.

Dr Tiwi menawarkan dua pilihan kepada sang bayi yang tentu saja seharusnya belum bisa mengerti apa apa.

"Tuh lihat tuh, kamu jadi mau dikasih ASI perah apa sama tetek mama aja? Sesungguhnya mau kasih ASI perah atau sama mama aja?" goda dr Tiwi ke bayi Eijaz.

"Lihat reaksinya dia ini (menunjuk ke beberapa orang di sekitar), Eijaz, tante Tiwi nanya nih, kamu jangan mikir, masih bayi bisa aja udah mikir," ucapnya disambut tawa orang sekitar.

Ternyata, dr Tiwi menyoroti sikap bayi Rachel Maryam yang masih berusia beberapa hari tetapi sudah menunjukkan ekspresi tengah berpikir.

"Tuh mikir terus dia," timpal Tiwi.
Lihat postingan ini di Instagram

Menyusui pada bayi yg sempat “terpisah” dengan bayi memerlukan waktu untuk “belajar menyusui” ..lakukan terusssss yaaa nanti kalau bayinya sudah merasakan “nikmatnya” menyusui lamgsung udah deh pasti ngga mau pisah dari “payudara” ibunya..breastfeeding (menyusui) itu bukan hanya memberi nutrisi tetapi juga stimulasi nya luar biasa didapatkan oleh bayi ..otaknya terpapar dg “bau, suara nafas/jantung. Suara ibu juga pancaran deras nya asi yg kadang kosong kadang penuh membutuhkan ketrampilan mulut bayi yg membuat otot2 mulut bayi bergerak dg lihai..Ini diperlukan pada bulan2 pertama kehidupan bayi dan bonus nya adalah terjadi “kelekatan”/ bonding yg diperlukan dalam perkembangan bayi ...basic trust, bayi sungguh percaya dirinya aman dan nyaman..ini diperlukan dlm hidup manusia. Pada kulit areola Payudara (bagian hitam) jg terdapat mikrobiota (kuman baik) yg merangsang sistem kekebalan bayi loh ..juga banyak reseptor yg memberi signal baik pada otak ibu sehingga ibu akan merasa rileks dan happy..disamping memacu produksi ASI ..Luar biasa ya karya Tuhan..Sempurna!! #breastfeedingjaundice

Sebuah kiriman dibagikan oleh Dr Tiwi (@drtiwi) pada


Dalam video tersebut, dokter kandungan yang populer di Instagram satu ini juga menyoroti kondisi terbaru Rachel Maryam.

"Kasihan mamah kamu nak, nanti mamah kamu cemas, tuh udah ada ASI perahnya ya, jadi mau ASI perah ya? Jangan mikir gitu nak," ucapnya diselingi tawa.

Sementara itu, kondisi terbaru Rachel Maryam memang sudah dikabarkan terus membaik dan pulih.

Hal itu dikatakan Edwin dalam sebuat pernyataan yang diterima Kompas.com, melalui pesan WhatsApp dari adik Rachel Maryam, Tamara Aisyah, Selasa (6/10/2020).

"Alhamdulillah hari ini Rachel sudah lewat masa kritis dan masuk masa pemulihan," kata Edwin Aprihandono.

"Rachel sudah dirawat dikamar biasa dan tidak perlu dirawat di ICU lagi. Rachel juga sudah bertemu dengan bayinya dan sangat bahagia," kata Edwin lagi.

Sebelumnya, Edwin mengatakan, Rachel Maryam sempat mengalami pendarahan setelah melakukan operasi caesar saat melahirkan anak keduanya.

"Pasca oprasi caesar Rachel mengalami komplikasi yang menyebabkan pendarahan dalam hebat," ucapnya.

Hal ini membuat dokter harus segera melakukan operasi kembali untuk menghentikan penyebab pendarahan.

Hingga akhirnya, pihak keluarga memutuskan agar dilakukan pengangkatan rahim.

Pasalnya, pendarahan tersebut menyebabkan Rachel kehilangan banyak darah.

Edwin Aprihandono kemudian menjelaskan bahwa Rachel harus dibuat tidak sadar dan bukan mengalami koma.

"Untuk kenyamanan pasien, maka dokter memutuskan agar Rachel 'ditidurkan' atau dibuat 'tidak sadar' selama 2 hari dari total 4 hari Rachel dirawat di ICU. (Jadi berita bahwa Rachel 'koma' sebenarnya kurang tepat, lebih tepatnya 'ditidurkan')," kata Edwin.

Diberitakan sebelumnya, Rachel Maryam melahirkan anak keduanya pada Jumat, 2 Oktober 2020 di RS Bunda Menteng, Jakarta Pusat. Bayi yang diberi nama Muhammad Eijaz Mata Air itu lahir dengan berat badan 3,78 kilogram dan tinggi 50 cm.


sumber : suryamalang.tribunnews